Amandel Besar Pada Anak, Apakah Perlu Dioperasi?

Dalam praktek dokter anak sehari-hari, salah satu kejadian yang cukup sering dijumpai  adalah pertanyaan orang tua tentang amandel anaknya. Biasanya bila seorang anak mengalami demam, batuk dan pilek, dalam pikiran orangtuanya adalah anak sedang mengalami radang tenggorokan. Sebagian orang awam mengira kata ‘radang’ biasanya hanya dikaitkan dengan tenggorokan, akibat adanya infeksi yaitu penyakit akibat serangan kuman. Padahal radang dapat terjadi pada bagian tubuh manapun, dan penyebab radang bermacam-macam selain infeksi, misalnya akibat luka jatuh, tersiram air panas dan lain-lain. Pertanyaan terkait berikutnya adalah tentang ukuran amandelnya, apakah membesar dan perlu untuk diangkat atau dioperasi

Bila anak mengalami demam, batuk dan pilek, kemungkinan besar anak sedang mengalami selesma yaitu radang saluran napas atas – mulai dari hidung, rongga sinus, hingga tenggorokan – akibat infeksi virus. Radang infeksi adalah reaksi jaringan yang sedang mengalami kerusakan akibat ‘pertempuran’ antara kuman dengan mekanisme pertahanan tubuh.  Selesma atau istilah medisnya rinofaringitis ini sering keliru disebut dengan istilah flu, kependekan dari influenza, salah satu virus dari ratusan virus yang dapat menyebabkan selesma. Jika dokter tidak secara khusus memeriksa virus penyebab  common cold maka kita tidak dapat mendiagnosis sebagai flu atau influenza, dan didiagnosis sebagai rinofaringitis atau selesma.

Tenggorokan merupakan pintu gerbang masuk saluran napas dan saluran makan. Pintu gerbang tersebut dikawal oleh sistem perlawanan yang disebut organ limfoid. Ada 4 organ limfoid di antara hidung mulut dan tenggorokan, namun yang paling penting ada dua, yaitu amandel dan adenoid. Amandel atau tonsil palatina terletak di antara hidung dan tenggorokan, di kanan kiri ujung belakang rongga mulut, yang dapat dilihat bila anak membuka mulut lebar sambil menjulurkan lidahnya. Sedangkan adenoid berada di atas amandel, terletak di langit-langit belakang hidung, sehingga tidak dapat dilihat tanpa alat khusus. Pola pertumbuhan berbagai sistem organ pada anak berbeda-beda kecepatannya. Sistem saraf paling cepat perkembangannya, sedangkan sistem reproduksi paling lambat. Sistem limfoid (termasuk amandel) berada di pertengahan, dan mengalami perkembangan pesat saat anak berumur 5-15 tahun dengan puncak sekitar umur 10 tahun. Pada umur tersebut ukuran normal amandel anak dapat mencapai dua kali ukuran dewasa.  Dengan demikian ukuran amandel yang besar pada anak merupakan hal yang normal.

Bila seorang anak sedang selesma, amandelnya tentu ikut meradang. Suatu organ jika sedang meradang maka akan tampak merah, nyeri dan bengkak sehingga tampak lebih membesar. Dan hal itu bersifat sementara. Bila radang sudah mereda, maka organ tersebut akan kembali normal. Anak sehat dapat mengalami selesma hingga enam kali pertahun. Dengan demikian jika seorang anak mengalami selesma setiap 2-3 bulan sekali maka itu masih wajar dan normal. Ada beberapa alasan amandel perlu dioperasi. Ukuran amandel yang besar pada anak tidak menjadi alasan perlunya untuk dioperasi. Dari sekian banyak alasan, ada dua alasan tersering dan terpenting. Yang pertama adalah bila telah timbul gangguan napas saat tidur yang disebut OSAS – Obstructive sleep apnea syndrome. Yang kedua adalah apabila amandel dan tanggorokan sering mengalami radang khusus akibat kuman streptokokus.

Pasien diduga mengalami OSAS jika sering mendengkur saat tidur, lebih dari 3 hari dalam seminggu tidurnya mendengkur. Biasanya ada gejala henti napas saat tidur yang diikuti gelagapan seperti hendak terbangun, namun kemudian pasien tidur lagi. Gejala lain yang menyertai adalah gejala mengantuk berat siang hari dan gangguan prestasi belajar pada anak sekolah. Untuk memastikan adanya diagnosis OSAS perlu pemeriksaan khusus yang disebut polisomnografi (PSG). Alasan kedua adalah radang tenggorokan dan amandel (tonsilo-faringitis) akibat kuman streptokokus yang berulang terjadi. Radang ini harus dibedakan dengan selesma atau common cold yang seperti namanya memang sering terjadi. Radang amandel ini gejalanya lebih berat, demam tinggi dengan nyeri tenggorokan berat, tanpa gejala batuk, dan amandel terlihat sangat merah (cherry red) dan di permukaan amandel terlihat bercak-bercak putih. Disebut sering jika terjadi hingga 7 kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir, atau 5 kali pertahun dalam dua tahun berturut, atau 3 kali pertahun dalam 3 tahun berturut.

Dari uraian di atas terlihat bahwa untuk melakukan operasi amandel diperlukan alasan yang kuat. Ukuran amandel yang besar semata tanpa gangguan fungsi napas tidak menjadi alasan operasi. Batuk pilek biasa (common cold) atau selesma walau terjadi berulang juga tidak menjadi alasan untuk operasi. Pada anak kelompok umur lebih muda, alasan yang lebih sering adalah OSAS sedangkan pada kelompok umur lebih tua alasan tersering adalah tonsilo-faringitis.

 

Penulis : Dr. Darmawan Budi Setyanto,Sp.A(K)

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *