Bagaimana Penanganan Kesulitan Makan Pada Anak?

“Anak saya mogok makan, dokter”, “Anak saya hanya mau minum susu, sehari bisa seliter”, “Anak saya selalu memilih-milih makanan” adalah masalah yang tersering dikeluhkan ibu-ibu. Pertama, mari kita coba perhatikan mengapa Si Kecil memiliki kesulitan makan.

Apakah Si Kecil sering batuk, tersedak, memiliki kesulitan menelan atau muntah berulang? Apakah Si Kecil selalu terlihat lemas atau sesak saat makan atau menyusui? Apakah berat badan Si Kecil tidak naik-naik? Apakah Si Kecil memiliki diare berdarah atau berkepanjangan? Apakah Si Kecil terlihat kesakitan saat makan? Apabila Anda menjawab “Ya” pada salah satu pertanyaan di atas, segera konsultasi ke dokter. Perhatikan kapan anak mulai mengalami kesulitan makan.

Setiap anak unik sehingga pendekatan kepada mereka perlu disesuaikan dengan karakteristik mereka masing-masing. Jika Si Kecil sudah bisa diajak berkomunikasi, tanyakan apa masalah mereka dan mengapa mereka tidak ingin makan. Cari tahu makanan kesukaannya, makanan yang kurang disukai dan mengapa? Perhatikan variasi makanan yang diberikan ke anak, apakah anak bosan dengan makanan yang diberikan sehari-hari?

Jadwal pemberian makan yang teratur tidak kalah pentingnya untuk menambahkan nafsu makan seorang anak. Dengan jadwal makanan berjarak minimal 3 jam di antara makan, kita dapat menimbulkan siklus lapar dan kenyang sehingga anak akan makan cukup saat waktunya makan. Jumlah pemberian makan ideal per hari adalah sekitar 6 – 8 kali per hari berdasarkan usia.

Selain itu, tipe makanan juga perlu diperhatikan, yaitu, hindari pemberian susu terlalu banyak. Susu terlalu banyak sudah pasti akan mengurangi nafsu makan anak karena mereka sudah akan merasa terlalu kenyang untuk makan dengan porsi yang cukup. Sebagai gambaran, untuk anak 6 – 8 bulan, disarankan pemberian makan pendamping 2 x/hari dan ASI 6x/hari. Untuk anak usia 9 – 11 bulan disarankan 4 x pendamping ASI dan 4 x ASI. Dan untuk anak 12 bulan ke atas, disarankan pemberian 6 x pendamping ASI dan 2 x susu.

Si Kecil adalah peniru yang sangat handal. Ajaklah anak Anda duduk bersama di meja makan pada saat keluarga makan malam. Si Kecil akan mulai memperhatikan proses makan dan akan muncul ketertarikan untuk mencoba makanan yang tersedia. Perhatikan apakah Anda atau pasangan Anda mempunyai kebiasaan buruk untuk memilih-milih makanan (atau tidak suka/tidak pernah makan suatu jenis makanan). Jika iya, kemungkinan Si Kecil meniru kebiasaan buruk Anda.

Hindari bermain saat makan, namun buatlah proses makan menyenangkan dengan memberikan mereka variasi makanan dengan berbagai warna dan bentuk. Ajaklah Si Kecil memasak bersama. Pastikan anak Anda duduk pada satu tempat dan tidak bermain gadget saat sedang makan. Anda boleh memberikan mangkok berisi makanan yang telah dipotong kecil-kecil agar Si Kecil dapat “bermain” dan mencoba makan sendiri dari mangkok tersebut. Isi mangkok disesuaikan dengan usia dan dapat merupakan lauk yang sama yang sedang disuapi oleh Ibu atau pengasuh. Contoh, tempe, ayam atau ikan suwir dan buncis atau wortel yang dipotong kecil.

Jika masalah kesulitan makan terus berlanjut, berkonsultasilah dengan dokter anak Anda secepatnya.

Penulis          : Dr. Dimple Gobind Nagrani. Sp.A

Reviewer        : Dr. Endang Dewi Lestari, Sp.A(K)

Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *