Cara Menghentikan Penggunaan Dot Dan Botol Susu Pada Anak

Kebiasaan menggunakan dot dan botol susu pada anak sering sulit dihentikan. Sesungguhnya waktu terbaik untuk menghentikan penggunaan dot dan botol susu adalah pada usia 9 bulan. American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa sebetulnya anak sudah dapat minum dari sippy cup (gelas hisap) sejak usia 6-9 bulan.American Academy of Pediatrics juga menyarankan paling lambat pada usia 18 bulan penggunaan dot atau botol susu ini telah dihentikan. Studi membuktikan bahwa semakin cepat dot atau botol susu tersebut disingkirkan, semakin mudah proses penghentian  penggunaannya.

Masalahnya, seringkali  anak sudah terlanjur terbiasa dan memiliki keterikatan  dengan dot dan botol susunya. Terdapat beberapa trik yang dapat dilakukan untuk menghentikan penggunaannya, yaitu: lakukan pendekatan dan katakan bahwa sekarang adalah saatnya untuk belajar minum dari gelas. Beri pujian kepada anak Anda jika ia mencoba minum dari gelas. Saat akan menyingkirkan atau membuang botol, lakukanlah di depan anak Anda. Berikan pengalaman minum yang menyenangkan, antara lain dengan memberikan gelas beraneka ragam warna dan gambar. Bahkan, dapat saja Anda mengajak anak Anda berbelanja dan izinkan ia untuk memilih gelasnya sendiri. Apabila trik tersebut tidak berhasil, cobalah pendekatan yang lain, yaitu: dengan melakukan penghentian penggunaan dot dan botol susu secara bertahap (misalnya hanya boleh menggunakannya pada malam hari saja). Secara bertahap dibiasakan penggunaan gelas, mulai dari minuman yang bukan susu hingga menggantikan penggunaan dot dan botol susu sewaktu minum susu. Tambahkan frekuensi penggunaan gelas setiap harinya, sampai akhirnya anak sudah terbiasa dan tidak perlu menggunakan dot dan botol susu lagi. Dampingi dan berikan kehangatan berupa dekapan atau pangkuan sehingga menambah kenyamanan pada anak saat proses adaptasi ini berlangsung.

Kesulitan bertambah, apabila Anda mulai pada tahapan untuk menghentikan kebiasaan minum susu dengan dot dan botol susu sebelum tidur. Kenyamanan anak seringkali terganggu karena ia kehilangan “benda kesayangan” pengantar tidurnya. Apabila anak Anda memiliki kesulitan untuk beradaptasi tanpa dot dan botol susu kesayangannya, carilah pengganti “peran” dot dan botol susu tersebut. Penggantinya dapat berupa boneka, bantal atau selimut kesayangan. Selain itu, saat anak Anda baru mulai minum dari gelas, jangan lupa untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepadanya. Buatlah transisi tersebut senyaman mungkin untuk  si kecil.

Apa dampak penggunaan dot dan botol susu dalam jangka waktu lama? Banyak studi yang menghubungkannya dengan karies gigi dan/atau infeksi telinga. Kondisi ini sering terjadi apabila saat minum anak banyak dalam posisi tidur (utamanya posisi terlentang).  Studi lain juga mengaitkan penggunaan dot dan botol susu dengan obesitas.  Hal ini terjadi karena rasa aman dan nyaman yang ditimbulkan dari proses menghisap dan dari botol itu sendiri membuat anak menjadi lebih sering minum susu. Akibatnya, kebiasaan ini dapat menyebabkan anak kurang nafsu makan karena rasa lapar telah terpenuhi dengan susu yang dikonsumsi. Sebaliknya orangtua sering menuruti permintaan anak untuk minum susu sebagai pengganti makan. Oleh karenanya menjadi penting untuk menghentikan pemberian dot dan botol susu sedini mungkin serta dorong dan berikan dukungan bagi anak  untuk menggunakan gelas sesuai usia perkembangannya.

Penulis : Dr. Dimple Nagrani, Sp.A

Reviewer: Dr. Titis Prawitasari, Sp.A(K)

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *