Si Kecil Sulit Konsentrasi

Namanya juga anak-anak, laki-laki maupun perempuan, mereka akan merasa senang bila hari-harinya lebih banyak diisi dengan bermain. Saat masuk waktu belajar, terkadang perilakunya tampak mudah teralihkan dan sulit berkonsentrasi; padahal saat bermain sepertinya si Kecil betah berlama-lama. Apakah ini pertanda serius? Kapan saatnya untuk mencemaskan kondisi ini dan bagaimana menyikapinya?

Perlu diingat bahwa kesulitan berkonsentrasi pada anak bisa disebabkan oleh banyak hal. Masalah ini bisa saja dipengaruhi oleh kondisi anak yang terlalu lelah, gelisah atau cemas akan sesuatu, misalnya baru saja pindah sekolah, atau ada kondisi baru di rumah. Anak bisa juga sulit berkonsentrasi karena mendapat stimulasi yang berlebihan.

Namun demikian, bila kondisi ini berkepanjangan, misalnya sampai memengaruhi nilai pelajaran di sekolah, atau anak mudah marah dan tantrum, tentu perlu lebih waspada. Sikapi dengan sabar dan bijak sebelum terburu-buru menduga anak mengalami kondisi tertentu, seperti ADD atau ADHD, sebelum berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan di rumah, untuk membantu meningkatkan konsentrasi anak, di antaranya:

  • Pastikan anak cukup beristirahat setiap harinya. Anak-anak di usia 5-6 tahun rata-rata membutuhkan waktu tidur sekitar 10 jam.
  • Kurangi asupan gula yang hanya memberikan kalori kosong, ganti dengan asupan berprotein tinggi, seperti daging tanpa lemak, almond, dan telur. Asupan ini membantu meningkatkan hormon dopamin yang berfungsi khusus untuk berkonsentrasi.
  • Kurangi atau hilangkan hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasinya, misalnya TV, suara bising, lampu yang terlalu terang, juga orang yang berlalu lalang. Saat belajar, sebaiknya anak berada di dalam ruangan yang tenang dan nyaman.
  • Latihlah anak untuk mengikuti arahan atau urutan, misalnya urutan huruf alfabeth, deret angka, atau permainan yang melatihnya untuk mengikuti instruksi seperti mewarnai, menggambar, dll.

Perlu ketahui bagaimana kecenderungan anak dalam menerima informasi, baik informasi verbal atau visual. Sebagian anak bisa merespon dengan baik bila dibantu dengan petunjuk visual, sementara yang lainnya lebih menyukai arahan verbal. Bila gangguan konsentrasi anak terasa sulit diatasi, lebi baik dikonsultasi dengan tenaga profesional.

 

Penulis : dr. Rini Sekartini SpAk

Klinik Tumbuh Kembang Anak Lalita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *