Ciri Gangguan Perkembangan Anak yang Sering Diabaikan Orang Tua
Penulis: dr. Ni Luh Sukma Pratiwi Murti, M.Biomed, Sp.A, 9 Juni 2026

Perkembangan setiap anak memang bisa berbeda-beda. Ada anak yang lebih cepat bicara, ada yang lebih dulu aktif bergerak, dan ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai milestone tertentu.
Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan beberapa tanda yang dapat menjadi red flags tumbuh kembang anak, terutama jika tanda tersebut muncul terus-menerus atau disertai keterlambatan pada aspek perkembangan lain.
Beberapa ciri gangguan perkembangan anak sering kali terlihat sederhana, tetapi sebenarnya penting untuk diperhatikan sejak dini. Semakin cepat anak mendapatkan pemeriksaan dan stimulasi yang tepat, semakin baik peluang anak untuk berkembang sesuai kebutuhannya.
Mengapa Orang Tua Perlu Mengenali Red Flags Tumbuh Kembang Anak?
Red flags tumbuh kembang adalah tanda peringatan bahwa perkembangan anak perlu dipantau lebih lanjut. Tanda ini tidak selalu berarti anak pasti mengalami gangguan perkembangan, tetapi bisa menjadi alasan bagi orang tua untuk melakukan evaluasi lebih awal.
Gangguan perkembangan anak dapat berkaitan dengan kemampuan komunikasi, interaksi sosial, motorik, perilaku, hingga kemampuan anak memahami lingkungan sekitarnya. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya memperhatikan kapan anak bisa berjalan atau bicara, tetapi juga bagaimana anak merespon, berinteraksi, dan berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.
Ciri Gangguan Perkembangan Anak yang Sering Terlewat
- Minim Kontak Mata
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika anak jarang melakukan kontak mata. Pada bayi, kemampuan menatap wajah orang tua merupakan bagian dari perkembangan sosial awal. Orang tua perlu lebih waspada jika anak jarang menatap wajah saat diajak bicara, tidak tampak tertarik melihat ekspresi orang tua, atau tidak membalas senyuman sesuai usianya. Minim kontak mata pada anak bisa berkaitan dengan gangguan interaksi sosial. Namun, kondisi ini tetap perlu dinilai secara menyeluruh oleh tenaga profesional, karena penyebabnya bisa beragam dan tidak selalu mengarah pada satu diagnosis tertentu.
- Anak Tidak Merespon Saat Dipanggil Namanya
Ciri lain yang sering diabaikan adalah ketika anak tidak menoleh atau tidak merespon saat namanya dipanggil, terutama pada usia lebih dari 9 bulan. Pada usia ini, umumnya anak mulai menunjukkan respons saat dipanggil, misalnya menoleh, melihat ke arah suara, atau menunjukkan ekspresi tertentu. Jika anak sering tidak merespon meskipun pendengarannya normal, orang tua perlu lebih memperhatikan perkembangan komunikasi dan interaksi sosialnya.
Anak tidak merespon saat dipanggil bisa menjadi salah satu tanda adanya keterlambatan komunikasi, gangguan pendengaran, atau pada beberapa kondisi dapat berkaitan dengan tanda awal autisme pada anak. Karena itu, pemeriksaan lebih lanjut penting dilakukan agar penyebabnya dapat diketahui dengan lebih tepat.
3. Anak Tidak Menunjuk pada Usia 12–14 Bulan
Menunjuk adalah salah satu bentuk komunikasi non-verbal yang penting dalam perkembangan anak. Melalui menunjuk, anak mulai belajar menyampaikan keinginan, menunjukkan benda yang menarik, atau mengajak orang lain memperhatikan sesuatu.
Jika anak tidak menunjuk, tidak melambaikan tangan, tidak menunjukkan benda yang diinginkan, atau tidak menggunakan gestur sederhana pada usia 12–14 bulan, hal ini dapat menjadi tanda bahwa perkembangan komunikasi sosialnya perlu dievaluasi.




