Speech Delay pada Anak: Pengertian dan Cara Menstimulasinya

Penulis: dr. Kinandra Rafa Khalisha Rambey, 31 Juli 2026

Speech Delay pada Anak: Pengertian dan Cara Menstimulasinya

Speech delay merupakan kondisi keterlambatan perkembangan kemampuan bahasa dan bicara pada anak, yang ditandai dengan kemampuan berbahasa anak berada di bawah standar anak seusianya. Memahami kondisi ini serta cara menstimulasinya menjadi hal penting bagi orang tua agar anak dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak dini.

Mengenal Dua Jenis Gangguan dalam Perkembangan Bahasa

Dalam perkembangan bahasa anak, terdapat dua jenis gangguan yang perlu dipahami:

  • Gangguan bahasa reseptif, yaitu kesulitan yang dialami anak dalam menerima dan memahami pesan atau informasi yang disampaikan orang lain melalui verbal atau suara.
  • Gangguan bahasa ekspresif, yaitu kesulitan yang dialami anak dalam mengungkapkan apa yang ingin ia sampaikan.

Kedua jenis gangguan ini dapat muncul secara terpisah maupun bersamaan, dan pemahaman terhadap keduanya menjadi dasar dalam menentukan pendekatan stimulasi yang tepat.

Cara Menstimulasi Anak dengan Speech Delay

Stimulasi Awal untuk Usia 0–2 Tahun

Pada rentang usia ini, stimulasi dapat dilakukan melalui:

  1. Sering mengajak anak bicara. Meskipun anak belum sepenuhnya memahami, secara tidak langsung anak akan mendengarkan dan merekam kata-kata dari lawan bicaranya.
  2. Menggunakan bahasa sederhana dan jelas. Hindari instruksi yang terlalu panjang. Misalnya, gunakan kata "duduk" dibandingkan "ayo sini duduk" agar lebih mudah dipahami anak.
  3. Merespons suara yang diucapkan anak. Meskipun ujaran anak belum jelas, orang tua tetap perlu merespons, misalnya dengan mengoreksi secara tidak langsung. Contoh, ketika anak mengucapkan "tutu", orang tua dapat merespons dengan "ini susu".
  4. Membacakan buku bergambar atau cerita. Aktivitas ini secara tidak langsung dapat menambah kosakata anak.
  5. Bernyanyi dan bermain musik.
  6. Menggunakan gerakan tubuh dan ekspresi wajah.
  7. Menunjuk dan menamai benda-benda di sekitar anak.

Stimulasi Perkembangan Bahasa untuk Usia 2–3 Tahun

Pada rentang usia ini, stimulasi dapat difokuskan pada:

  1. Mengajukan pertanyaan sederhana.
  2. Mendorong anak untuk berbicara dengan kalimat sederhana.
  3. Mengulangi kata-kata dan kalimat bersama anak.
  4. Membuat permainan kata melalui sesi tanya jawab, misalnya "Apa itu?".
  5. Menggunakan mainan atau permainan peran (pretend play) sebagai media stimulasi bahasa.
  6. Merekam percakapan atau ujaran anak, kemudian memperlihatkannya kembali kepada anak.
  7. Mengenalkan kosakata baru setiap harinya.

Teknik Stimulasi yang Dapat Diterapkan

Beberapa teknik berikut dapat digunakan orang tua dalam mendampingi proses stimulasi bicara anak:

  • Pemodelan/Drill — mengulangi kata-kata dan kalimat yang diujarkan anak dengan pengucapan yang benar.
  • Penguatan (Reinforcement) — memberikan pujian atau apresiasi saat anak berbicara.
  • Pemberian Contoh (Modelling) — menunjukkan cara berbicara yang benar kepada anak.
  • Pemberian Waktu — memberi anak kesempatan dan waktu untuk merespons atau menjawab.
  • Interaksi — melibatkan diri secara aktif dalam bermain dan berbicara dengan anak.

Mengintegrasikan Stimulasi dalam Aktivitas Sehari-Hari

Stimulasi bicara tidak harus dilakukan dalam sesi khusus, tetapi dapat diintegrasikan ke dalam rutinitas harian, seperti:

  • Saat makan bersama — berbicara mengenai makanan yang sedang disantap atau alat makan yang digunakan.
  • Saat bermain — menggunakan mainan sebagai media stimulasi bahasa.
  • Saat mandi — menyebutkan nama-nama anggota tubuh dan aktivitas yang sedang dilakukan.
  • Saat berjalan-jalan — menunjuk dan menamai benda-benda yang ditemui.
  • Saat menonton — memilih tayangan anak yang disertai narasi untuk memperkaya kosakata.

Kapan Perlu Berkonsultasi ke Profesional?

Stimulasi di rumah merupakan langkah awal yang penting, namun jika perkembangan bicara anak tidak menunjukkan kemajuan atau terdapat kekhawatiran lebih lanjut, konsultasi dengan dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang atau terapis wicara sangat dianjurkan untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.

Klinik Tumbuh Kembang Anak Lalita menyediakan layanan evaluasi dan terapi wicara yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak, didampingi oleh tenaga ahli yang berpengalaman menangani kondisi speech delay pada berbagai usia.

Untuk informasi lebih lanjut atau melakukan konsultasi, kunjungi kliniklalita.com atau linktr.ee/klinik.lalita

Share:
Logo Kontak Lalita