Klinik Tumbuh Kembang Anak

Fisioterapi Pada Anak

Begitu banyak macam fisioterapi untuk anak. Yang pasti, harus berdasar rujukan dokter. Sebetulnya, apa fisioterapi dan seberapa penting dilakukan? Fisioterapi adalah pelayanan yang diberikan kepada individu dan masyarakat untuk mengembangkan, memelihara, dan mengembalikan kemampuan maksimal gerak dan fungsi sepanjang kehidupannya.  Jadi, fisioterapi menyediakan pelayanan yang berhubungan dengan gerak dan fungsi yang terganggu karena penyakit atau proses penuaan.

  • DILIHAT RIWAYAT

Orang tua/pasien yang memerlukan pelayanan fisioterapis di RS, harus membawa surat rujukan dari dokter. Di klinik-klinik fisioterapi pasien dapat datang langsung. Terapis harus bisa menentukan apakah pasien tersebut memang merupakan indikasi fisioterapi.

Contoh kasus anak usia 1 tahun yang belum bisa duduk atau terlambat perkembangannya. “Nah, dilihat dulu riwayat kelahirannya atau klinisnya. Jika terlambatnya karena si bayi malas, fisioterapi bisa diberikan dalam bentuk latihan-latihan. Namun kalau terlambatnya ternyata ada riwayat kelahiran yang sulit, misalnya bayi kuning atau indikasi medis lainnya, maka ibu itu disarankan membawa anaknya ke rumah sakit/dokter.

Dengan kata lain, terapis tidak bisa menangani langsung, harus ada kerja sama dengan tenaga kesehatan yang terkait, semisal dokter. Karena sifatnya untuk mengembalikan kesehatan seoptimal mungkin, maka ada banyak ragam fisioterapi. Untuk anak saja, dibagi berdasar indikasi penyakitnya. Ada fisioterapi untuk bayi lahir dengan risiko tinggi, anak dengan cerebral palsy, spina bifida , gangguan pernapasan, anak dengan gangguan ortopedik, cedera olah raga, dan anak dengan retardasi mental.

  • BAYI RISIKO TINGGI

Fisioterapi untuk bayi yang lahir dengan risiko tinggi atau bayi yang diperkirakan dalam kehidupan selanjutnya akan mengalami gangguan perkembangan atau cacat, fisioterapi ditujukan untuk meningkatkan tonus otot, memperbaiki pola-pola yang tidak benar, meningkatkan kualitas gerakan atau pola gerakan spontan, serta pendidikan orang tua.

Tekniknya beragam, misal touching/massage , pengaturan posisi untuk mencegah pola yang abnormal, latihan-latihan gerakan pasif, dan lain-lain. Orang tua perlu diajarkan untuk menstimulasi gerakan atau mencegah posisi anak yang tak normal, misalnya cara menggendong dengan posisi kanguru, cara mengusap untuk memberikan stimulasi sensorinya.

Orang tua juga perlu menstimulasinya dengan sentuhan supaya ikatan emosional antara orang tua dan bayi lebih kuat, sirkulasi darah berjalan baik, memperkuat otot-otot, serta relaksasi bagi bayi. Usapan dilakukan di tangan, kaki, wajah, dan tubuh selama 15 menit setiap hari.

  • CEREBRAL PALSY

Anak yang memiliki gangguan cerebral palsy /CP (cedera yang permanen pada otak, yang terjadi ketika lahir atau selama masa perkembangan otak) yang dapat menimbulkan kecacatan baik fisik, mental, kognitif dan bicaranya. Anak dengan CP ini memerlukan penanganan khusus, karena masalahnya kompleks.

Setelah pemeriksaan oleh tim dokter (dokter saraf anak, psikolog, dokter rehabilitasi), maka anak dikirim ke fisioterapi untuk latihan motorik kasarnya, disamping mungkin diperlukan juga terapi motorik halus, wicara dan lain-lain. Dalam hal ini, peran fisioterapi mengembangkan seoptimal mungkin kemampuan gerak anak. Bila kecacatannya berat, memelihara kelenturan otot-ototnya, posisi anatomisnya sehingga dapat diposisikan secara anatomis. Ini untuk mencegah terjadinya kecacatan yang lain, seperti kaku sendi, posisi yang jelek, dan lain-lain.

Pada anak dengan kasus CP ini juga sering timbul gangguan sistem pernapasan, karena adanya kelemahan atau kekakuan otot-otot pernapasan sehingga tak berfungsi dengan baik. Anak kesulitan membatukkan lendirnya serta tidak bisa menggerakkan otot dadanya untuk membantu pernapasan. Karena itu, jelas Ira, peran orang tua sangat penting baik dalam melakukan latihan-latihan setiap hari atau membantu mengalirkan sekretnya keluar sehingga ventilasi udaranya jadi lebih baik.

Orang tua harus bisa menangani anak dengan gangguan cerebral palsy ini. Misalnya inhalasi yang bisa dilakukan di rumah sesuai batas standar. Jadi, tak perlu tiap hari datang ke rumah sakit, akan lebih baik lagi jika memiliki alat sendiri di rumah. “Tapi ada cara yang paling sederhana, yaitu anak diminta menghirup uap air panas atau banyak minum air putih. Orang tua juga diajarkan metode clapping (menepuk-nepuk) dan mengatur posisi anak. Kalau tak mampu melakukannya, barulah anak dibawa ke RS.

  • GANGGUAN PERNAPASAN

Fisioterapi untuk anak dengan gangguan saluran pernapasan paling sering dilakukan di Indonesia. Mungkin karena pengaruh iklim, polusi udara, dan kegemaran mengkonsumsi makanan yang dapat merangsang batuk, semisal kudapan berupa gorengan.

Untuk anak dengan batuk-pilek, diberikan fisioterapi dengan teknik chest physiotherapydengan tujuan untuk membersihkan saluran pernafasan dan memperbaiki pertukaran udara. Fisioterapi ini meliputi inhalasi/nebulizeer , postural drainage, clapping , vibrasi, dan lain-lain.

  • PERKEMBANGAN TERLAMBAT

Di Indonesia, tak semua orang tua cepat tanggap bila anaknya mengalami gangguan perkembangan, misal motoriknya. Bila anak usia 15 bulan belum bisa jalan, jarang orang tua berpikir anaknya menderita penyakit. Dipikirnya, lumrah-lumrah saja.

Apabila tidak ada kelainan medis, anak tersebut dapat ditangani langsung oleh fisioterapis dengan latihan-latihan tertentu. Tapi bila dari hasil wawancara dengan orang tuanya ada kelainan medis semisal ada riwayat kejang, anak pernah jatuh dan muntah, sebaiknya diperiksakan dulu oleh dokter saraf anak. Setelah itu biasanya baru dikirim ke fisioterapis.

Untuk anak yang terganggu perkembangannya, akan diusahakan perkembangannya seoptimal mungkin dengan stimulus-stimulus sesuai dengan tahapan perkembangan serta usianya. Misalnya, anak 7 bulan belum bisa tengkurap, akan dicari, di mana keterlambatannya. Apakah karena ada kelemahan otot, kerusakan sentral di otaknya, dan lainnya.”

Latihan yang diberikan pun tak cukup seminggu sekali, melainkan harus setiap hari. Orang tua akan diberikan petunjuk, apa yang harus dilakukan di rumah. Misalnya cara menggendong, membalik badan anak, duduk, dan sebagainya. Jika orang tua rajin menstimulasi, perkembangan anak akan makin baik. Nanti bila perkembangannya sudah tercapai, misalnya usia 8 bulan sudah bisa duduk, tentunya tidak perlu difisioterapi lagi.

Seandainya anak belum bisa duduk juga, semisal karena ada gangguan sentral di otak, akan dilihat juga berat-ringan gangguannya. Mungkin 3-4 tahun belum bisa duduk, maka fungsi fisioterapi di sini adalah memelihara fisiknya. Namun kalau dibiarkan, justru ototnya akan mengecil dan fungsi pernapasannya jadi jelek.

Di sini, tujuan fisioterapi adalah untuk memelihara fungsi pernapasan, memelihara kelenturan otot, dan juga posisinya. Jadi, kendati si anak tak bisa berkomunikasi atau bergerak sendiri, tapi secara fisiologis atau secara anatomis bisa didudukkan, serta pernapasannya lebih bagus.

Untuk anak terlambat perkembangan, peralatan yang digunakan tak terlalu rumit. Yang penting punya kasur, latihan tidak di lantai, dan beberapa peralatan seperti bola. Tapi tentu saja tergantung kasusnya juga.

Leave a Comment