Anakku Takut & Nggak Mau Makan Nasi? Ini Penyebab dan Solusinya!
Penulis: dr. Kinandra Rafa Khalisha Rambey, 6 November 2025

Cek tumbuh kembang di Klinik Lalita kalau AyBun mulai khawatir si Kecil mengalami kesulitan makan atau perubahan perilaku makan yang tidak biasa. Yuk, kita bahas kenapa anak tidak mau makan nasi dan bagaimana cara mengatasinya dengan benar!
đ§ Penyebab Anak Takut & Tidak Mau Makan Nasi
- Sensory Issue Anak
Beberapa anak punya sensory issue atau gangguan pemrosesan sensori. Mereka bisa sensitif terhadap tekstur nasi yang berbutir dan lengket, sehingga merasa tidak nyaman atau bahkan takut saat makan nasi. Anak dengan sensory issue anak juga biasanya mudah terganggu oleh suara, tekstur pakaian, atau rasa tertentu pada makanan.
- Terlalu Terbiasa Makanan Halus
Saat masa MPASI, beberapa anak terbiasa makan makanan lembut seperti puree atau bubur halus. Karena itu, ketika mulai makan nasi dengan tekstur padat, anak bisa kaget dan menolak nasi. Ini wajar, tapi perlu dilatih perlahan agar anak terbiasa dengan tekstur makanan yang lebih kompleks.
- Trauma Makan Nasi Anak
Jika si Kecil pernah tersedak atau muntah setelah makan nasi, bisa jadi muncul trauma makan nasi anak. Pengalaman negatif ini membuatnya takut makan nasi dan cenderung menghindari makanan bertekstur serupa.
- Preferensi dan Pola Makan
Ada juga anak yang lebih suka roti, pasta, atau kentang dibanding nasi. Kalau ini terjadi terus-menerus, anak jadi punya pola makan terbatas dan enggan makan nasi. Kondisi ini sering disebut picky eater nasi, yaitu anak yang hanya memilih jenis karbo tertentu.
đ Solusi agar Anak Mau Makan Nasi Lagi
- Kenalkan Bertahap
Mulai dari nasi lembek atau bubur kasar, lalu perlahan ubah ke tekstur nasi biasa. Ini membantu anak tidak takut makan nasi karena adaptasinya terjadi pelan-pelan.
- Variasi Karbohidrat
Jangan khawatir jika anak masih belum mau makan nasi. Pastikan anak tetap dapat sumber karbohidrat bergizi seperti ubi, kentang, jagung, roti, atau pasta.
- Buat Penyajian Menarik & Tanpa Paksaan
Bentuk nasi jadi bola-bola kecil atau pakai cetakan lucu. Ajak anak eksplorasi dengan santai tanpa tekanan. Anak yang merasa aman akan lebih mudah mencoba makan nasi lagi.
đ¨ Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi ke dokter atau terapis jika:
- Anak menolak makanan bertekstur tertentu secara ekstrem
- Anak menangis, muntah, atau tersedak saat makan nasi
- Ada tanda lain seperti sensitif terhadap suara, baju, atau pasir
- Berat badan sulit naik karena pola makan terbatas
Ini bisa jadi tanda hipersensitivitas sensorik yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh dokter spesialis anak atau terapis okupasi.
⨠Jangan ragu untuk cek tumbuh kembang di Klinik Lalita, karena deteksi dini bisa membantu anak mengatasi kesulitan makan dan tumbuh lebih optimal.




