Hubungan Tekstur MPASI dengan Perkembangan Bicara Anak
Penulis: Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A., Subsp.TKPS(K) - Dokter Spesialis Anak Konsultas Tumbuh Kembang, 11 Juni 2026

MPASI tidak hanya berperan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, tetapi juga menjadi salah satu bentuk stimulasi oral motor. Saat anak belajar menerima berbagai tekstur makanan, otot-otot di area mulut seperti lidah, bibir, rahang, dan pipi ikut terlatih untuk bergerak lebih terkoordinasi.
Kemampuan oral motor ini berperan penting dalam dua hal utama, yaitu proses makan dan perkembangan bicara. Gerakan mengunyah, menggerakkan lidah, menutup bibir, serta mengontrol rahang merupakan kemampuan dasar yang juga dibutuhkan anak saat menghasilkan bunyi dan mengucapkan kata dengan jelas.
Tahapan Oral Motor dan Perkembangan Bicara Anak
1. Usia 0–6 bulan
Kemampuan oral motor anak masih didominasi oleh refleks menghisap dan menelan. Di usia ini, bayi belum melakukan proses mengunyah secara aktif. Perkembangan bicara juga masih berada pada tahap vokalisasi awal, seperti suara refleks atau suara-suara sederhana.
2. Usia 6–9 bulan
Anak mulai belajar mengunyah dengan gerakan rahang naik-turun atau gerakan vertikal. Otot rahang mulai lebih kuat dan anak mulai menunjukkan perkembangan bicara berupa babbling, seperti mengeluarkan bunyi “ba-ba” atau “ma-ma”. Pada tahap ini, stimulasi rahang melalui tekstur makanan yang sesuai dapat membantu membangun dasar produksi suara.
3. Usia 9–12 bulan
Kemampuan mengunyah anak mulai berkembang menjadi gerakan diagonal atau lateral. Anak mulai membutuhkan koordinasi yang lebih baik antara lidah dan rahang untuk memindahkan makanan di dalam mulut. Di tahap ini, babbling biasanya semakin bervariasi dan anak mulai mengulang suku kata, seperti “mama”, “papa”, “baba”, atau “dada”. Koordinasi lidah berperan besar dalam pembentukan suku kata.
4. Usia 12–18 bulan
Gerakan mengunyah anak mulai semakin kompleks. Anak mulai melakukan gerakan memutar atau rotary chewing. Koordinasi oral motor juga semakin matang sehingga artikulasi mulai berkembang. Anak dapat mulai menghasilkan bunyi konsonan yang lebih beragam, tidak hanya bunyi sederhana seperti B, P, M, D, atau T. Gerakan mengunyah yang semakin matang dapat mendukung kejelasan produksi bunyi.
5. 18–24 bulan
Kemampuan mengunyah anak biasanya semakin berkembang. Gerakan memutar menjadi lebih matang, bicara mulai semakin jelas, dan anak mulai mengucapkan kombinasi 1–2 kata, seperti “mau makan” atau “minta susu”. Kematangan mengunyah pada tahap ini dapat berkontribusi terhadap kejelasan artikulasi dan kemampuan anak dalam mengombinasikan kata.
Mengapa Tekstur MPASI Penting?
Pemberian tekstur MPASI yang sesuai usia penting karena anak membutuhkan latihan bertahap untuk mengembangkan kemampuan oral motornya. Jika anak terlalu lama diberikan makanan dengan tekstur yang sangat halus, stimulasi pada otot mulut dapat menjadi kurang optimal.
Akibatnya, otot lidah, bibir, dan rahang mungkin tidak mendapatkan cukup latihan untuk bergerak secara lebih kompleks. Anak juga bisa menjadi lebih sulit menerima makanan dengan tekstur yang lebih kasar di tahap berikutnya.
Kurangnya latihan mengunyah dapat berdampak pada keterampilan makan anak, seperti kesulitan mengunyah, menolak tekstur tertentu, atau sering melepeh makanan. Dalam jangka panjang, hal ini juga dapat berkaitan dengan perkembangan artikulasi bicara, terutama bila kemampuan oral motor anak belum berkembang optimal.
Tanda Oral Motor Anak Perlu Diperhatikan
Orang tua perlu memperhatikan perkembangan oral motor anak, terutama jika muncul beberapa tanda berikut:
- Artikulasi bicara terdengar kurang jelas
- Anak masih terdengar cadel atau pelo
- Kesulitan mengucapkan kata dengan tepat
- Sering mengeces atau air liur keluar berlebihan
- Kesulitan makan atau mengunyah makanan sesuai usianya
- Menolak makanan dengan tekstur yang lebih kasar
Jika tanda-tanda tersebut menetap atau disertai keterlambatan bicara, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga profesional agar anak dapat diperiksa dan diberikan stimulasi yang sesuai.




